Sambungan terdahulu...
Perihal kebaikan hakiki,
Baik di dunia atau pun di akhirat kelak.
Untuk kebaikan di akhirat sudahlah jelas pastilah syurga..
Kebaikan yg tiada tara, nikmat Alloh yg luar biasa..
Harumnya yg belum pernah tercium hidung..
Indahnya yg belum pernah tergambar oleh mata..
Nikmat yg belum pernah terbayang dalam ekspektasi manusia..
Yaa.. jannatun na'iim.. syurga yg penuh kenikmatan..
Untuk akhirat sudahlah jelas, lalu bagaimana dg kebaikan di dunia??
Barang siapa yg dikehendaki Alloh atasnya kebaikan, maka ia akan difaham oleh Alloh dalam hal agama, sabda Rosul.
Yaa, kebaikan di dunia yg pertama adalah kefahaman atas agama islam..
Tak ada yg diminta Rosul untuk ditambahkan atas suatu nikmat kecuali dalam hal ilmu..
Seperti do'a yg beliau ajarkan:
"Robbii zidnii ilmaa, warzuqni fahmaa.."
Yaa Robb ku, tambahkan atasku ilmu dan karuniakanlah aku kefahaman..
Kebaikan dunia selanjutnya adalah ilmu.. terutama ilmu agama..
Masih banyak kebaikan" di dunia. Cukuplah Rosul kita sbg uswatun hasanah. Suri tauladan yg senantiasa jadi panutan..
Termasuk kekayaan pun akan berbuah kebaikan jika sebagai penghantar mencapai kebaikan yg hakiki. Berikut sabda Rosul yg dapat menjadi renungan:
"jika aku diberi emas yg menumpuk sebesar gunung uhud, akan ku bagi"kan dg kedua tanganku ini dan tak akan ku sisakan lebih dari 3 hari".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar