Sering kita berdo'a, dan mungkin tiap hari nya, seperti ini:
"Robbanaa aatinaa fid dunyaa chasanah wa fil aakhiroti chasanah wa qinaa 'adzaaban naar.."
kurang lebih begini artinya:
Yaa robb kami, barilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta jauhkan kami dari adzab api neraka..
Dalam do'a ini kita meminta kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.
Untuk kebaikan di akhirat sudah mafhum dan tak ada perdebatan bahwa yg kita dambakan adalah syurga. Karena hanya ada dua tempat di akhirat, klo tidak syurga yaa neraka.
Lalu apa sih kebaikan di dunia??
apa yg terbayang di benak kita saat meminta kebaikan di dunia??
apa yg tergambar? Apa yg terbayang??
kekayaan kah??
jabatan kah??
sukses karir kah??
ato istri cantik??
heuheu..
Sebagian besar ingin kan kekayaan, praduga saya, betul kah??
bukan koq, kami hanya ingin bahagia..
Yaa, bahagia dg punya rumah, mobil, pekerjaan bagus, uang banyak, istri cantik, dsb. Alias kaya.
Asumsi awamnya orang yg beruntung di dunia dan beruntung di akhirat adalah yg ekonominya bagus (kaya) ketika hidup dan setelah mati masuk syurga. Benar begitu??
Dari asumsi ini akan muncul 4 pengelompokan manusia:
1. Beruntung dunia, beruntung akhirat
2. Rugi dunia, rugi akhirat
3. Beruntung dunia, rugi akhirat
4. Rugi dunia, beruntung akhirat
Mari kita coba tela'ah asumsi di atas..
Untuk golongan pertama kita bisa contohkan sahabat utsman bin affan r.a, beliau kaya di dunia dan di jamin oleh rosul masuk syurga.
Untuk golongan kedua kita bisa contohkan orang" miskin yg kafir.
Untuk golongan ketiga kita bisa contohkan qorun, fir'aun, namrud. Meraka kaya di dunia tapi bakal di siksa kelak di neraka.
Untuk golongan keempat kita bisa ambil contoh bilal bin robah. Ia miskin di dunia, jadi budak dan dijamin rosul kelak masuk syurga.
Lalu dari sudut pandang ini, dimanakah kita letakkan Rosul??
masuk dalam golongan manakah Rosul kita Muhammad saw.??
Rosul tidak kaya, bahkan bisa dikatakan miskin.
Semasa hidupnya rumah Rosul kecil.
Rosul pernah dua bulan lamanya hanya makan kurma dan minum air putih.
Rosul pernah mengganjal perutnya dg 3 buah batu untuk menahan rasa lapar karena tidak ada yg bisa dimakan.
Dimanakah kita tempatkan Rosululloh??
Orang yg paling mulia di dunia..
Orang yg paling diijabah do'anya..
Orang yg paling diberkahi baik di dunia dan di akhirat..
Kekasih Alloh...
Yg paling diberi kebaikan fadlilah oleh Alloh...
Dari sudut pandang paradigma di atas mau tidak mau kita masukkan Rosul kita pada golongan keempat.
Merugi di dunia, beruntung di akhirat. Benarkah???
Coba kita renungkan..
Benarkah seperti itu??
tentu tidak bukan?
kita dapat memastikan bahwa paridigma di atas itu salah...
Rosul lah yg paling mengerti arti kebaikan di dunia,,
Jika bukan kekayaan, lalu apakah kebaikan di dunia yg hakiki??
Insya Alloh akan kita bahas di tulisan saya berikutnya..
Bersambung... heu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar