Jumat, 20 September 2013

Nikah beda agama

Sebut saja viola suara disamarkan.. ehm ehgm..

Dia temen wasap ku, cantik. Manis. Ceria. Dsb..

Kita nggak akan ngebahas soal dia yg manis ato cantik tapi perihal pertanyaannya kepadaku..

Viola : "menurutmu nikah beda agama ndak boleh?"

Aku tak tau kenapa dia tiba" tanya soal itu.

Aku : "menurutku yaa. Ndak bole. Aku muslim. Dan islam melarang setauku"

Viola : "oh gitu yaa"

Aku : "dulu si bole. Pas kristen dan yahudi masi disebut ahlul kitab"

Viola : "kenapa skrg gk bole?"

Aku : "sekarang kristen dan yahudi uda beda jauh dg islam. Kitab mereka tidak seperti yg dulu. Uda direvisi"

Pendapat saya. Yg saya yakini.

Viola : "terus terus"

Aku : "itu pun dulu yg bole hanya klo yg cowo yg muslim. Klo yg cewe yg muslimah tetep gk bole. Karena cowo itu sbg imam"

Viola : "iyaa. Makasi manis. Pinter deh"

Gk narsis yaa. Dia yg bilang.

Saya gk ada niat SARA atau apapun yg berbau negatif. Ini hanya sebuah pendapat. Bisa benar bisa salah. Ini hanya sekedar yg saya tau dan yakini. Eh, klo selain kristen dan yahudi gimana? Hindu ato budha mungkin. Menurutku yaa ndak bole lah.. gk ada runtutan sejarah. Toh skrg juga gk bole semuaa..

Toleransi beragama penting tapi perhatikan aturan main. :)

By. Izzal

Malunya si bocah

Saat itu aku masih terliahat kecil. Antara kelas 2 atau 3 SD, aku lupa tepatnya. Yaa.. ku sadar betul aku masi kecil saat itu. Masi sering ingusan tak seperti sekarang yang sadar akan penampilan.

Pagi-pagi aku diajak teman mencari ikan di sawah ujung desa. Tepatnya ujung timur desa sebelah kanan kuburan. Aku nampak senang dan menyambut ajakan mereka. Yeah.. . Karena pikirku itu pengalaman pertama yang belum pernah aku lakukan.
Yaa, mencari ikan di sawah yang habis panen, setengah kering, ada beberapa genangan air dangkal, ikan pada ngumpul, aassyyyik kayaknya :D.
Ku ambil sepada merahku cepat" (sepada ini bekas sepupu yg dihibahkan kepadaku, dulu aku merengek memintanya). Teman" ku sudah menunggu di teras rumah. Banyak, aku lupa jumlahnya, mungkin antara lima atau enam anak. Hanya ada tiga atau empat sepeda, aku lupa juga. Yang jelas tidak semuanya bawa sepeda. Akhirnya aku di bonceng oleh temanku yang agak besar pake sepeda merahku. Aku bonceng di depan karena memang modelnya mirip pit unto dan tak ada boncengan belakangnya.

Singkat cerita, sampailah di tempat yang dituju. Sepagian mencari ikan aku tak dapat satu pun. Hanya lelah dan celana pendek ku yang penuh lumpur sampai perut. Dan kita memutuskan untuk pulang saja. Aku merasa berat dengan celana penuh lumpur. Ku putuskan untuk melepasnya saja. Karena aku tak memakai celana dalam saat itu ( sudah biasa, masi kecil si yaa harap maklum) aku pulang dalam keadaan setegah bugil. Kliatan titit nya. Maaf frontal. Tapi aku cuek saat itu karena temanku semua cowo. Pas sampai depan gang rumah aku turun. Ku biarkan sepada ku di bawa pulang temanku. Aku jalan masuk gang rumah dengan santainya karena pikirku sepi. Tapi ternyata disudut gang ada teman cewe ku. Yaa temanku sekelas. Dan cewe. Tak tau sedang apa disitu. Dia termangun melihatku. Entah apa yang ia pikirkan. Mungkin kaget. TAMAT.

Kenapa? Wagu cara tamatnya, terserah aku dong.. pliss uda yaa aku malu banget pokoknyaa..

Hei!! Udaaa!!!
Uda kelar!!! Sana pegi pegi!!

By. Izzal